Saturday, March 28, 2020

Virus (5)


Ikhtisar

1. Virus merupakan substansi aseluler (bukan berupa sel) karena tidak memiliki inti sel, sitoplasma, dan membran sel.

2. Virus merupakan bentuk peralihan dari benda tak hidup ke benda hidup.

3. Virus merupakan benda mati ( seolah-olah seperti benda mati ) karena:
     a. Bentuk virus seperti partikel (molekuler), jadi lebih menunjukkan ciri-ciri molekuler daripada ciriciri kehidupan.
   b.Virus dapat dikristalkan dan dapat disaring (lolos saring) dengan filter yang digunakan untuk menyaring bakteri.

4. Virus merupakan benda hidup ( makhluk hidup ) karena:
      a.       Dapat melakukan proses reproduksi, yaitu dengan cara replikasi.
     b.      Di dalam tubuhnya terdapat senyawa asam nukleat (materi genetis) atau mengandung informasi genetika yaitu berupa senyawa ADN atau ARN.

5. Cara hidup virus adalah secara parasit obligat intraseluler. Virus hanya dapat hidup dengan menginfeksi sel inang atau hospes.

6. Virus tidak mampu melakukan metabolisme dalam kondisi yang tidak memungkinkan, terutama jika berada di luar sel hidup. Jadi virus dapat hidup di dalam jaringan hidup setiap makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan).

7. Virus mempunyai ukuran yang sangat kecil (25-300 nm), lebih kecil daripada bakteri, sehingga untuk melihatnya harus menggunakan mikroskop elektron.

8. Virus mempunyai bentuk yang bervariasi antara lain
      a.       bentuk bulat : virus HIV, virus ebola, virus influenza.
      b.      bentuk oval : pada virus rabies (Rabies virus).
      c.       bentuk batang : pada TMV (Tobaccao Mosaic Virus).
      d.      bentuk polihidris : pada Adeno virus (penyebab penyakit demam).
      e.      bentuk seperti huruf T : pada Bacteriophage ( menyerang bakteri Escherichia coli).

9. Reproduksi virus dengan cara replikasi, dengan melalui 5 tahapan: fase adsorbsi, fase penetrasi sel inang, fase eklifase, fase pembentukan virus baru, fase litik (pemecahan sel inang/hospes).

10. Virus sering menimbulkan penyakit pada makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan).

11. Melalui teknik rekayasa genetika, para ilmuwan dapat mengubah virus menjadi bermanfaat, misal:
    a.       Dalam bidang kedokteran (virus dimanfaatkan untuk menghasilkan hormon insulin untuk menyembuhkan penyakit gula (diabetes militus).
      b.      Dalam bidang pertanian (virus dimanfaatkan untuk membasmi serangga yang merusak tanaman pertanian).

S e n a r a i k a t a

ADN (Asam Deoksiribo Nukleat) Senyawa yang berfungsi di dalam sintesis (penyusunan) protein, dan penurunan sifat dari induk kepada keturunannya (gen)
ARN (Asam Ribo Nukleat) Senyawa yang berfungsi di dalam proses sintesis (penyusunan) protein
Kapsid Selubung protein pada virus
Kuratif Tindakan pengobatan terhadap penderita penyakit yang disebabkan oleh virus
Lisogenik Salah satu fase perkembangbiakan Bakteriofag. ADN atau ARN virus menempel pada kromosom bakteri dan ikut membelah jika bakteri melakukan pembelahan diri
Litik Fase penghancuran dinding sel bakteri oleh virus T yang digunakan untuk keluarnya virus T-virus T yang baru
Preventif Tindakan pencegahan terhadap serangan virus. Tindakan preventif biasanya dilakukan dengan vaksinasi
Profage Materi genetik fage yang menyatu dengan materi genetik bakteri, terjadi pada siklus lisogenik
Vaksin Plasma darah yang mengandung patogen yang sudah dilemahkan atau mati
Vektor Organisme perantara

No comments:

Post a Comment