5. Pemanfaatan
Virus
Virus yang selama ini kamu kenal, umumnya bersifat
merugikan karena dapat menyebabkan penyakit. Namun, dengan kemajuan teknologi,
saat ini virus mulai dimanfaatkan dalam beberapa bidang. Seperti telah
diuraikan, virus mempunyai struktur sangat sederhana dan mempunyai daya infeksi
yang sangat tinggi. Sifat-sifat ini kemudian dimanfaatkan dalam bidang
bioteknologi, khususnya rekayasa genetik.
Dalam rekayasa genetik, untuk menghasilkan makhluk hidup
yang mempunyai sifat-sifat menguntungkan dapat dilakukan dengan memindahkan gen
pembawa sifat menguntungkan tadi, kemudian menghasilkan sifat-sifat yang dibawa
oleh gen tersebut. Untuk memasukkan atau membawa gen yang akan dipindahkan dari
organisme asal ke organisme baru, diperlukan suatu pembawa atau vektor. Vektor
yang tepat adalah virus. Tentu kamu tahu sebabnya.
Virus mempunyai daya infeksi yang tinggi sehingga dapat
dipakai sebagai pembawa atau vektor dari gen yang akan dimasukkan. Contoh virus
yang dipakai sebagai vektor misalnya virus Lamda.
Virus juga dapat dimanfaatkan sebagai agen penyebab mutasi.
Mutasi atau perubahan sifat yang disebabkan oleh perubahan susunan gen, sering
sengaja dilakukan untuk memperoleh sifat-sifat tertentu yang dibutuhkan.
Beberapa bakteri sering dengan sengaja diubah sifatnya dengan cara mutasi
karena dengan cara tersebut dapat diperoleh sifat baru yang lebih
menguntungkan. Untuk melakukan proses mutasi pada bakteri, juga dapat digunakan
virus. Contohnya adalah Mu (Mutator Fage).
Virus yang menguntungkan
Di antara manfaat penting virus adalah virus berperan
sebagai vek tor pada bidang rekayasa genetika. Virus dimanfaatkan dalam kloning
gen, yaitu produksi ADN yang identik secara genetis, untuk dimanfaatkan bagi
kepentingan manusia. Beberapa contoh jenis virus ini adalah:
1) Virus yang digunakan untuk membuat hormon insulin, untuk
menyembuhkan penyakit gula (diabetes melitus). Hal ini merupakan rekayasa yang
berguna di bidang kedokteran.
2) Virus yang bermanfaat untuk mengendalikan serangga yang
dapat merusak tubuh tanaman. Sehingga bisa digunakan untuk membasmi hama dalam
bidang pertanian.
3) Virus untuk terapi gen. Terapi gen adalah upaya
penyembuhan suatu penyakit keturunan yang disebabkan oleh pewarisan gen.
6. Pencegahan terhadap virus
Tindakan pencegahan terhadap serangan virus bisa dilakukan
baik secara kuratif maupun secara preventif. Tindakan preventif adalah dengan
memberikan suntikan vaksin, disebut vaksinasi. Vaksin adalah suatu zat yang
mengandung mikroorganisme patogen (penyebab penyakit) yang sudah dilemahkan.
Pemberian vaksin tersebut dapat memberikan kekebalan secara aktif. Sedangkan
tindakan kuratif adalah dengan memberikan obat pada penderita penyakit yang
disebabkan oleh virus. Jadi, tindakan ini diambil setelah terjadi serangan
virus.
Saat ini telah ditemukan berbagai macam vaksin untuk
mencegah penyakit akibat virus. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Vaksin cacar, digunakan untuk mencegah penyakit cacar.
2. Vaksin polio, digunakan untuk mencegah penyakit polio.
3. Vaksin campak, digunakan untuk mencegah penyakit campak.
4. Vaksin hepatitis (A,B,C), digunakan untuk mencegah
penyakit hepatitis.
5. Vaksin rabies, digunakan untuk mencegah penyakit rabies.
6. Vaksin infl uenza, digunakan untuk mencegah penyakit
influenza.
No comments:
Post a Comment